Sore
ini semua mata pasti tertuju dengan pertandingan El Classico nya Asia Tenggara,
yaitu duel klasik dua negara serumpun Indonesia Vs Malaysia. Tidak dapat di
pungkiri setiap kali dua negara ini bertemu dalam ranah pertandingan apapun
baik itu sepak bola, Badminton dan jenis olahraga lainnya pasti menghasilkan
tensi atmosfer yang panas.
Kali
ini garuda bertemu lagi dengan harimau malaya, sejak awal sudah diprediksi
bahwa jalannya pertandingan akan terasa panas. Apakah garuda akan mampu
mencengkram harimau atau sebaliknya harimau malaya yang akan mencakar-cakar
garuda?
Pertandingan
tadi dimulai sekitar pukul 16:45 di siarkan langsung di SCTV, dan mengejutkan
di babak pertama Indonesia mampu unggul lewat kordinasi apik yang di lancarkan
oleh Bayu Gatra dan menghasilkan gol. Pada akhirnya 1-0 keunggulan Indonesia
pada menit ke 30. Hingga babak pertama usai kedudukan belum sempat berubah,
Indonesia unggul.
Memasuki
babak kedua yang di mulai pukul 17:30 wib, seperti dugaan malaysia bermain
semakin agresif dan beberapa pemain baru yang domainnya striker masuk ke
lapangan mungkin pelatih Malaysia Dato Ong Kim Swee ingin melakukan serangan
habis-habisan ke gawang Indonesia. Di kubu Indonesia sendiri sudah ada beberapa
pemain yang sudah mulai kelelahan dan akhirnya pelatih Rahmad Darmawan
menggantikan beberapa pemain dan Andik Virmansyah pun masuk ke lapangan. Perjalanan
pertandingan terus berlalu dengan intensitas yang cukup tinggi. Mendekati menit-menit
terakhir tepatnya menit 86 kesalahan di lakukan oleh Andik dimana ia tidak
mampu melewati salah seorang dari pemain lawan dan akhirnya bola dapat direbut.
Di bagian belakang Diego Michael berhasil menhasilkan tendangan sudut, namun
hal inilah yang menjadi malapetaka bagi Indonesia. Tendangan sudut tersebut
menghasilkan gol bagi Malaysia yang diciptakan oleh Thamil. Skor kedua kubu pun
menjadi imbang 1-1.
Pertadingan
semakin alot karena dengan adanya perpanjangan waktu kedua belah tim masih
belum mampu menciptakan go sampai waktu 15x2 perpanjangan waktu. Alhasil di
putuskan adu pinalti untuk menentukan siapakah yang berhak melaju ke babak
final SEA GAMES 2013 ini. Semakin mendebarkan saja. Dan untuk kali ini yang
menjadi bintang utama yaitu keeper timnas Kurnia Mega yang mampu memBlok dua
pemain Malaysia dan di ending tendang dari pahabol menjadi penentu kemenangan
timnas pada malam ini.
Setelah
lebih dari 20 tahun rekor tidak pernah menang melawan Malaysia akhirnya malam ini
di pecahkan. Dari sini ane mendapat pelajaran bahwa segala sesuatunya dapat
mungkin terjadi, tidak ada yang tidak mungkin jika kita ingin berusaha. Kalo kata
Naruto mah “Kau tidak harus mengikuti takdir yang tidak kau sukai”. Tetap semangat
tetap berusaha yakinlah Allah swt akan mendengar doa dan melihat usaha
kita.,Amiinnn.:)
Posted by Didi Kalnadi
Komentar
Posting Komentar