Judul : DEEP TALK WITH ALLAH
“Merasakan Nikmatnya Shalat yang Bertahun-tahun Tanpa Rasa ”
Tahun : Cetakan IV Maret 2025
Penerbit : AQWAM
Nomor ISBN : 978-623-188-048-2
Penulis : Khalid Abu Syadi
Alih Bahasa :Cep. M. Faqih dan Nunung Nuraeni
Buku ini pertama kali saya baca pada tanggal 4 Juli 2025 dan selesai saya baca full pada tanggal 27 Juli 2024.
Dibaca secara santai karena memang esensi dari baca buku harus perlahan-lahan dan dimaknai setiap Bab nya (diawal Kata Pengantar sudah diberitahu jika ingin mendapat nikmatnya Shalat maka baca buku ini harus perlahan-lahan kalau bisa di ulang)
Buku ini dibagi menjadi 6 Bab/bagian, dengan jumlah total 243 halaman, dengan struktur yang sistematis kita akan dibawa selayaknya seperti sedang Shalat (mulai dari takbiratur ihram sampai dengan salam). Dimana ibadah ini adalah ibadah yang setiap hari kita lakukan yaitu 5 kali sehari dengan total 17 rakaat. Tapi pertanyaannya adalah, apakah shalat yang telah kita lakukan tersebut sudah masuk dalam kategori shalat yang berkualitas? Apakah shalat yang kita lakukan selama ini memang sudah sepantasnya sebagai bentuk ibadah hamba kepada Tuhan-Nya, atau jangan-jangan shalat yang selama ini kita lakukan hanya rutinitas belaka tanpa menghadirkan substansi apa itu shalat.
Seperti kita ketahui bersama shalat merupakan ibadah perintah langsung yang diberikan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW tanpa perantara (ketika berlangsungnya Isra Mi’raj), oleh karenanya perintah Shalat ini bisa dibilang bukan ibadah yang jika ditinggalkan maka biasa saja perlakuannya (dosa besar jika meninggalkannya), justru sebaliknya pasti Allah SWT ada maksud lain kenapa ibadah ini secara khusus diberikan kepada Nabi Muhammad SAW ketika Isra Mi’raj.
Buku ini juga membahas sejumlah tema pokok diantaranya urgensi wudhu lahiriah berupa keharusan menjaga kesucian badan, wudhu batin berupa kesucian hati serta urgensi khusyuk yang menjadi kunci istiqamah dan hidayah bagi seluruh umat yang beriman. Selanjutnya, dibahas juga tentang tujuan ibadah dimana dalam pembahasannya dibawakan secara mudah dipahami dengan menjelaskan bahwa ibadah sebenarnya menghimpun dua tujuan utama yaitu cinta dan tunduk kepada Allah SWT juga menegaskan bahwa rukuk adalah tanda ketundukkan hati, anggota badan dan lisan.
Pada bagian akhir, buku ini menyampaikan pesan utama kepada pembaca tentang upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT dan pendekatan kepada Allah SWT kepada hambanya. Dalam setiap gerakan shalat terselip makna yang sangat dalam jika kita ingin mengatahuinya dan dalam buku ini dibahas hal tersebut secara rinci. Sehingga pada akhirnya kita akan mencapai apa itu yang dikatakan dalam Qur’an bahwa Shalat adalah penyejuk hati. Wallahualam bisshawab.
By: Kalnadi27

Komentar
Posting Komentar