( IBADAH ) MARI MENGHINDAR DARI KEMATIAN BURUK
DENGAN AMAL DAN DOA BERIKUT INI
Sebagian ulama menyebutkan, termasuk bagian dari
kematian buruk adalah korban kecelakaan dan bencana alam
yang semakin banyak di akhir zaman. Ada pula yang
berpandangan, kematian buruk adalah kematian yang
datang secara tiba-tiba. Ada pula yang berpendapat, mati
yang menghebohkan seperti disalib dan semisalnya. Namun
ada satu kesimpulan dari kematian ini, yaitu kematian
dengan kemurkaan Allah Ta'ala. Karena kematian yang
buruk termasuk bagian hukuman dari Allah dan kemurkaan-
Nya. Tentunya kita semua juga takut terhadap macam-
macam kematian di atas. Karenanya kita berusaha mencari
jalan dan sebab yang bisa menghindarkan darinya.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengabarkan
beberapa sebab yang bisa menghindarkan dari kematian
buruk.
Terdapat hadits shahih bahwa Nabi Muhammad Shallallahu
'Alaihi Wasallam berlindung kepada Allah dari penyakit
belang, kusta, gila, dan penyakit-penyakit buruk.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam berdoa:
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻰ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺒَﺮَﺹِ ﻭَﺍﻟْﺠُﻨُﻮﻥِ ﻭَﺍﻟْﺠُﺬَﺍﻡِ ﻭَﻣِﻦْ ﺳَﻴِّﺊِ ﺍﻷَﺳْﻘَﺎﻡِ
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
belang, gila, lepra dan penyakit-penyakit yang buruk." (HR.
Abu Dawud, al-Nasi, dan Ahmad )
Diatas yaitu penyakit yang mengakibatkan aib, atau
mengakibatkan orang lain tertular.
Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga berlindung dari
kematian yang buruk dan sebab-sebabnya; seperti
keruntuhan bangunan, jatuh dari ketinggian, tenggelam,
terbakar, disesatkan syetan saat kematian, lari dari medan
jihad.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺇِﻧِّﻲ ﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺍﻟْﻬَﺮَﻡِ ﻭَﺍﻟﺘَّﺮَﺩِّﻱ ﻭَﺍﻟْﻬَﺪْﻡِ ﻭَﺍﻟْﻐَﻢِّ ﻭَﺍﻟْﺤَﺮِﻳﻖِ ﻭَﺍﻟْﻐَﺮَﻕِ
ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﻳَﺘَﺨَﺒَّﻄَﻨِﻲ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥُ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ﻭَﺃَﻥْ ﺃُﻗْﺘَﻞَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻠِﻚَ
ﻣُﺪْﺑِﺮًﺍ ﻭَﺃَﻋُﻮﺫُ ﺑِﻚَ ﺃَﻥْ ﺃَﻣُﻮﺕَ ﻟَﺪِﻳﻐًﺎ
“Ya Allah, sunguh aku berlindung kepada-Mu dari pikun,
terjatuh dari ketinggian, keruntuhan bangunan, kedukaan,
kebakaran, dan tenggelam. Aku berlindung kepada-Mu dari
penyesatan setan saat kematian, terbunuh dalam kondisi
murtad dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena
tersengat binatang berbisa.” (HR. Al-Nasai dan Abu Dawud.
Shahih Al-Jami’: no. 1282)
Diatas ada keterangan kondisi kematian yang buruk
hakikatnya ialah seburuk-buruknya keadaan jika dalam
kondisi murtad, tersengat binatang berbisa yang tidak
terduga secara manusiawi dapat mengakibatkan penyesalan
atas keadaan demikian, kemudian kebakaran dan tenggelam,
jatuh dari ketinggian, keruntuhan bangunan hanya penyebab
diawal, namun dengan doa Allah SWT akan berikan yang
terbaik agar hamba-Nya wafat dalam keadaan diridhoi Allah
SWT, bukan karena dimurkai karena kekesalan terhadap
takdir atas kematiannya dst.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
ﺍَﻟْﻤَﻌْﺮُﻭْﻑُ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﻳَﻘِﻲ ﺻَﺎﺣِﺒَﻬَﺎ ﻣَﺼَﺎﺭِﻉَ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀِ ﻭَ ﺍﻵﻓَﺎﺕِ ﻭَ ﺍﻟْﻬَﻠَﻜَﺎﺕِ ﻭَ
ﺃُﻫْﻞُ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻫُﻢْ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﻤَﻌْﺮُﻭْﻑِ ﻓِﻲ ﺍﻵﺧِﺮَﺓِ
"Berbuat baik kepada manusia menghindarkan pelakunya
dari kematian buruk, musibah, dan kehancuran. Dan ahli
kebaikan di dunia akan menjadi ahli kebaikan di
akhirat." (HR. Al-Hakim dan dishahihkan oleh Al-Albani)
Berbagai keutamaan berbuat baik pada hadits diatas ialah
berbuat baik kepada manusia, diutamakan manusia yang
membutuhkan pertolongan, kerabat keluara terdekat yang
tidak mampu, dhuafa, yatim, keshalihannya, dst
Imam al-Thabrani dalam al-Ausathnya meriwayatkan, Nabi
Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya
shadaqah secara sembunyi-sembunyi memadamkan
kemarahan Allah. Dan sesungguhnya perbuatan-perbuatan
baik (kepada orang lain) menghindarkan dari kematian
buruk, silaturrahim menambah umur dan menghindarkan
kefakiran. Perbanyaklah ucapan Laa Haula wa Laa Quwwata
illaa Billaah, karena sesungguhnya ia salah satu
perbendaharaan surga dan di dalamnya terdapat obat dari 99
penyakit; yang paling rendah al-hamm (gundah)."
Dalam riwayat lain, "Perbuatan-perbuatan baik (kepada
orang lain) menghindarkan dari kematian buruk. Shadaqah
secara sembunyi-sembunyi memadamkan kemarahan Allah.
silaturahim menambah umur. Setiap perbuatan baik adalah
sedekah. Dan ahli kebaikan di dunia akan menjadi ahli
kebaikan di akhirat. Ahli kemungkaran di dunia akan menjadi
ahli kemungkaran di akhirat. Sedangkan orang yang pertama
masuk surga adalah ahli kebaikan." (HR. al-Thabrani dan
lainnyai)
Imam al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad meriwayatkan
hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma secara marfu',
"Siapa bertakwa kepada Tuhannya dan menyambung
hubungan silaturahim, niscaya dipanjangkan umurnya,
diperbanyak hartanya, dan dicintai keluarganya."
Dalam riwayat al-Tirmidzi dan selainnya, Nabi Shallallahu
'Alaihi Wasallam bersabda;
ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺼَّﺪَﻗَﺔَ ﻟَﺘُﻄْﻔِﺊُ ﻏَﻀَﺐَ ﺍﻟﺮَّﺏِّ ﻭَﺗَﺪْﻓَﻊُ ﻋَﻦْ ﻣَﻴْﺘَﺔَ ﺍﻟﺴُّﻮْﺀِ
"Sesungguhnya shadaqah tersembunyi benar-benar
memadamkan kemurkaan Allah dan menghindarkan dari
kematian buruk." (Hassan Lighairihi)
Judul : DEEP TALK WITH ALLAH “Merasakan Nikmatnya Shalat yang Bertahun-tahun Tanpa Rasa ” Tahun : Cetakan IV Maret 2025 Penerbit : AQWAM Nomor ISBN : 978-623-188-048-2 Penulis : Khalid Abu Syadi Alih Bahasa :Cep. M. Faqih dan Nunung Nuraeni Buku ini pertama kali saya baca pada tanggal 4 Juli 2025 dan selesai saya baca full pada tanggal 27 Juli 2024. Dibaca secara santai karena memang esensi dari baca buku harus perlahan-lahan dan dimaknai setiap Bab nya (diawal Kata Pengantar sudah diberitahu jika ingin mendapat nikmatnya Shalat maka baca buku ini harus perlahan-lahan kalau bisa di ulang) Buku ini dibagi menjadi 6 Bab/bagian, dengan jumlah total 243 halaman, dengan struktur yang sistematis kita akan dibawa selayaknya seperti sedang Shalat (mulai dari takbiratur ihram sampai dengan salam). Dimana ibadah ini adalah ibadah yang setiap hari kita lakukan yaitu 5 kali sehari dengan total 17 rakaat. Tapi pertanyaannya adalah, apakah shalat yang telah kita lakukan ter...
Komentar
Posting Komentar