Dalam lingkungan yang semakin kompetitif setiap perusahaan harus mampu melihat setiap peluang-peluang yang ada dalam diri konsumen. Hal ini tentu berkaitan dengan perilaku konsumen yang secara implisit dapat di definisikan yaitu proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Dengan melihat perkembangan sejarah dimana pada era 1990an, para manajer menghadapi perubahan-perubahan yang tidak pernah terjadi sebelumnya, dimana para manajer pamasaran dihadapkan pada tantangan peningkatan persaingan internasional, kondisi politik dan ekonomi yang tidak stabil dan dominasi konsumen sehingga mengakibatkan peningkatan kompleksitas pasar. Oleh karena itu, untuk dapat mencapai keunggulan bersaing banyak perusahaan yang beralih menjadikan konsumen sebagai orientasi pasarnya. Penelitian dan riset langsung memfokuskan konsumen (Costumer Focus) untuk dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan yang nanatinya akan dipenuhi oleh parusahaan.
Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasabagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya.
Pendekatan kedua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi ini dilakukan melalui eksperimen dan survey untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen.
Pendekatan ketiga disebut sebagai sains marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia. Menurut Abraham Maslow, untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis.
Ketiga pendekatan ini sama-sama memiliki nilai yang tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut. Tentu keputusan dan kebijakan yang diambil nantinya bertujuan untuk mencapai keunggulan bersaing.
Komentar
Posting Komentar