ANALISIS PENGGUNAAN SELEBRITI DALAM MEDIA IKLAN TERHADAP
UPAYA MENARIK KONSUMEN
Penulis
Nama : DIDI KALNADI
NPM : 0916051035
Program
Study : Ilmu Administrasi Bisnis
Mata
Kuliah : Pengantar Pemasaran
Dosen :
Arief Sugiono, S.
Sos, M.si

Jurusan Administrasi Niaga / Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Lampung
Bandar Lampung
5 Januari 2011
KATA PENGANTAR
Dengan segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah memberikan berkah, rahmat dan hidayah Nya kepada penulis untuk
menyelesaikan makalah tentang Pemasaran ini, tentunya dengan harapan makalah
ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.
Makalah ini membahas Study Kasus tentang fenomena banyaknya
perusahaan yang menggunakan selebriti (endesor)
sebagai pembawa pesan dalam media iklan. Hal ini semata-mata bertujuan agar
produk mereka dapat dikenal luas oleh masyarakat. Tentunya dengan memanfaatkan
kredibilitas dan kepopuleran selebriti (endesor) diharapkan dapat dapat manarik
dan memikat konsumen sehinnga akan berdampak pada peningkatkan penjualan
produk. Melalui makalah ini saya akan mencoba menganalisis dan membahas terkait
dengan promosi, iklan dan perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk
yang dibeli sehingga nantinya akan menambah wawasan dan pengetahuan. Makalah ini dikemas dalam bentuk yang sederhana sehingga lebih
mudah dipahami oleh rekan-rekan pembaca.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari bahwa dalam
makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karna itu kritik dan saran
dari pembaca semua sangat dibutuhkan dalam rangka untuk memperbaiki makalah ini
dan dapat saling berbagi ilmu pengetahuan. Sebagai penutup, saya sampaikan
banyak terima kasih kepada kepada semua, semoga Tuhan YME selalu memberi kita kemudahan dalam belajar. Amin
DAFTAR ISI
KATA
PENAGANTAR.......…………………………….……………… 2
DAFTAR ISI……………………………………………………………. 3
BAB
I PENDAHULUAN ……………………………………………. 4
1.1 Latar Belakang
Masalah…………………………………………. 4
1.2 Perumusan
Masalah……………………………………………… 6
1.3 Tujuan Pembuatan
Makalah…………………………………….. 6
1.4 Metode Pembuatan
Makalah……………………………………. 7
1.5 Manfaat Pembuatan
Makalah……………………………………. 7
BAB
II ISI DAN PEMBAHASAN…………………………. ………. 9
2.1 Pengaruh karakteristik media
terhadap keputusan konsumen…… 11
2.2 Pengaruh penggunaaan endoser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat
penjualan………………………………………. 11
2.3 Pengaruh menggunakan endoser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat
penjualan………………………………………. 12
2.4 Apakah konsumen dalam memilih produk berdasarkan endoser
(selebriti) dalam iklan atau berdasarkan
harga dan kualitas?....................... 13
BAB
III SIMPULAN DAN SARAN…………………………………. 16
3.1 SIMPULAN
………………………………………………………. 16
3.2 SARAN
……………………………………………………………. 17
DAFTAR
PUSTAKA …………………………………………………. 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Persaingan bisnis pada era globalisasi saat ini makin
dinamis dan kompleks, adanya persaingan ini tidak hanya menimbulkan peluang
tetapi juga menimbulkan tantangan. Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang
bersaing diantaranya adalah selalu berusaha mendapatkan cara terbaik untuk
merebut dan mempertahankan pangsa pasar (market
share). Merebut dan mempertahankan pangsa pasar dalam kondisi persaingan
yang kompetitif seperti saat ini perusahaan harus dapat menerapkan strategi
pemasaran yang tepat untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan
kebutuhan konsumen. Selanjutnya perusahaan harus bisa mengkomunikasikan
produknya kepada calon konsumen atau pasar sasarannya, karena bagaimanapun
bagusnya suatu produk kalau konsumen tidak mengetahui keberadaannya di pasar
maka konsumen tidak akan menghargai atau berminat terhadap produk tersebut.
Oleh karena itu, diperlukan proses penyampaian informasi melalui komunikasi
pemasaran. Ketika konsumen menjatuhkan pilihannya pada suatu merek tertentu
untuk menjadikannya bagian dari konsumsi, ada serangkaian proses pemenuhan
informasi yang terjadi dan secara terus menerus tetap berlangsung dalam pikiran
konsumen. Proses ini dimulai dari kondisi ketidaksadaran (unaware) atau
kondisi tidak mengetahui adanya merek tersebut, lalu berlanjut pada kondisi aware
atau kondisi mengetahui keberadaan merek tersebut yaitu setelah ia
mendapatkan informasi merek tersebut. Pada kondisi ini perusahaan harus berusaha
untuk menyampaikan informasi yang jelas dan bisa menarik perhatian agar
kemudian calon konsumen bisa berlanjut pada kondisi berikutnya yaitu kondisi
minat. Pada taraf tertentu kondisi minat ini ditindak lanjuti dengan proses
pencarian informasi lebih lanjut dan upaya mencoba. Bila informasi yang
diterima dan hasil mencobanya sesuai dengan yang dibutuhkan maka akan terjadi
pengulangan pembelian dan akhirnya terjadi adopsi. Meskipun pemberian informasi
dapat dilakukan melaui packaging produk, brosur, peragaan , atau
kunjungan tenaga penjual namun iklan masih dianggap cara paling efektif untuk
menginformasikan produk. Melalui iklan produsen dapat menyampaikan kelebihan
atau kekurangan produk, begitu juga melalui iklan konsumen dapat mengetahui
kelebihan dan kekurangan produk tersebut.. Iklan cenderung dapat menarik
konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk ( Handoyo ,2004). Oleh
karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan iklan sebagai cara komunikasi menyampaikan
informasi dan persuasif kepada konsumen.
Menghadapi persaingan yang semakin ketat seperti itu, suatu perusahaan
perlu melakukan kegiatan dari salah satu bauran pemasaran yaitu promosi. Dengan
menggunakan media iklan perusahaan
berusaha untuk bisa memahami perilaku
konsumen agar perusahaan dapat mampu bersaing dengan perusahaan lainnya.
Pemahaman tentang perilaku konsumen itu mempunyai arti penting karena
sesungguhnya semua kegiatan perusahaan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada
konsumen. Perusahaan tentunya sadar bahwa dalam era globalisasi, promosi dan iklan merupakan kunci dan faktor penting untuk
mencapai sukses. Dimana promosi dan iklan memiliki tujuan yaitu untuk mengenalkan dan mempengaruhi konsumen untuk membeli barang dan
jasa perusahaan pada saat itu yang mereka butuhkan. Karena, dengan dikenalnya produk perusahaan maka
perusahaan akan mudah untuk melakukan tiga aspek bauran pemasaran yang lainnya
(produk, distribusi dan harga).
Harapan konsumen atau pembeli biasanya dibentuk oleh pengalaman pembelian
terdahulu, komentar teman serta janji atau informasi pemasaran dan saingannya.
Untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan tersebut, banyak perusahaan
melakukan promosi melalui periklanan
yang menawarkan janji dan kemudahan terhadap konsumen bahkan tidak segan-segan
perusahaan saling menjatuhkan produk perusahaan lain agar dapat menarik
konsumen.
Melihat pentingnya peranan iklan terhadap penjualan dan berhubungan dengan sikap
konsumen dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya
agar dapat terpuaskan, maka penulis tertarik untuk membuat makalah dengan
judul: “ANALISIS PENGGUNAAN
SELEBRITI DALAM MEDIA IKLAN DALAM UPAYA MENARIK KONSUMEN”
1.2 PERUMUSAN MASALAH
Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut :
- Apakah kreatifitas media iklan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam
memilih produk.
- Menganalisis tingkat penjualan
produk di pasaran jika media iklan menggunakan endorser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan.
- Apakah kredibilitas endorser
berpengaruh terhadap daya tarik iklan dan sikap konsumen pada
merek.
- Apakah konsumen dalam memilih
produk berdasarkan endorser (selebriti)
dalam iklan atau berdasarkan harga
dan kualitas?
1.3 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:
- Untuk mengetahui apakah karakteristik media iklan
mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam
memilih produk.
- Untuk mengetahui
tingkat penjualan produk di pasaran jika media iklan menggunakan endorser (selebriti) sebagai
pembawa pesan iklan.
- Untuk mengetagui apakah kredibilitas endorser berpengaruh terhadap daya tarik
iklan dan sikap konsumen pada merek.
- Untuk mengetahui apakah konsumen dalam memilih produk berdasarkan endorser (selebriti) dalam iklan atau berdasarkan harga dan kualitas?
1.4 METODE PEMBUATAN MAKALAH
Dalam membuat makalah ini penulis mempergunakan data skunder dalam penelitian
yaitu berupa data yang telah tersedia
dan diterbitkan oleh perusahaan, lembaga pemerintah, lembaga penelitian,
buku-refrensi, laporan, jurnal- jurnal, majalah, penelitian terdahulu, dan lain
lain yang dijadikan landasan dalam menganlisa penelitian..
1.5 MANFAAT PEMBUATAN MAKALAH
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
beberapa manfaat sebagai berikut :
- Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk
berpikir ilmiah yang di dapat digunakan
terhadap masalah-masalah pengembangan proses periklanan.
- Sebagai salah satu informasi untuk mengembangkan cara pandang sesuai
dengan keperluan masing-masing pihak.
- Untuk menambah wawasan dan sebagai referensi yang berguna misalnya,
untuk penelitian yang sejenis.
- Untuk menambah khasanah ilmu bagi penelitian selanjutnya yang
berkaitan dengan masalah ini.
- Sebagai masukan bagi konsumen dalam pengembangan wawasan serta
mengambil keputusan dalam hubungannya menentukan pilihan terbaik.
BAB II
ISI
DAN PEMBAHASAN
Iklan telah menjadi harapan bagi sebagian besar produsen
yang ingin merek produknya melekat di hati konsumen. Iklan merupakan cara yang
efektif untuk meraih konsumen dalam jumlah besar dan tersebar secara geografis.
Disatu pihak iklan dapat dipakai untuk membangun kesan jangka panjang suatu
produk/merek dan di pihak lain memicu penjualan yang cepat. Suatu iklan yang
cenderung tidak mempunyai pengaruh utama pada perilaku konsumen maka akan
diragukan bila iklan tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu
merek. Oleh karena itu, agar merek produk dapat diterima oleh masyarakat maka
iklannya harus dibuat seefektif mungkin., kreatif, dan menarik sehingga bisa menimbulkan
pengaruh positif . Untuk membuat iklan yang kreatif dan menarik dibutuhkan para
pekerja yang profesional yang memiliki kreatifitas dalam memproses iklan, mulai
dari perencanaan pesan, perencanaan media hingga bagaimana menyampaikan (expose)
pesannya. Seperti kita ketahui pada agen pembuat iklan (perusahaan periklanan)
terdapat bagian khusus yang merancang kreatifitas, mereka ini adalah yang
disebut copywritter, scripwritter atau screenwritter dan
pengarah seni yang disebut art director atau visualizer. Mereka
yakin iklan yang kreatif akan menjadikan iklan tersebut efektif karena dengan
tampilan yang kreatif maka pesan iklan akan dapat mempengaruhi audien.
Kreatifitas iklan dapat dikatakan merupakan komponen yang sangat penting dari
iklan, dan beberapa penelitian sebelumnya pernah mengupas hubungan antara iklan
yang kreatif dan efektifitas iklan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa iklan
yang kreatif berpengaruh secara positif terhadap efektifitas iklan dan sikap konsumen
terhadap merek. Faktor lain yang mempengaruhi efektifitas iklan adalah
penggunaan endorser (selebriti) sebagai penyampai pesan iklan.
Endorser dapat
digunakan oleh pemasar dalam tiga katagori yaitu: kredibilitas, daya tarik, dan
power. Kredibilitas endorser berpengaruh terhadap proses decoding
(penyampai) suatu pesan. Apabila endorser dapat dipercaya oleh audien
maka pesan sangat mungkin untuk dipercaya. Endorser yang kredibel akan
dapat meningkatkan penerimaan pesan, sebaliknya endorser yang tidak
kredibel akan menurunkan tingkat penerimaan pesan. Pembentukan sikap terhadap
merek dipengaruhi secara langsung oleh persepsi mengenai endorser baik
yang menggunakan endoser selebritis maupun yang bukan selebritis. Selain itu persepsi mengenai endorser juga
mempengaruhi pembentukan sikap konsumen sasaran terhadap sikap mereka pada
iklan. Sehingga secara tidak langsung persepsi mengenai endorser mempengaruhi
minat beli (purchase intention) konsumen melalui sikap terhadap merek (brand
attitude) dan sikap terhadap iklan (attitude toward the ad).
Diantara kreatifitas dan kredibilitas endorser iklan, hal yang bisa
mempengaruhi keberhasilan pesan iklan adalah daya tarik iklan, seperti yang
disampaikan oleh Kotler & Amstrong (2001) yang menyatakan bahwa komunikator
dalam menyusun pesan iklan harus memikirkan apa yang akan di katakan, harus
menemukan daya tarik yang akan menghasilkan tanggapan yang diinginkan.
Kepedulian terhadap merek sebagai dampak beriklan adalah menunjukkan tingkat
keberhasilan / efektivitas suatu iklan karena salah satu indikator efektivitas
iklan adalah bila iklan mampu membuat konsumen mengetahui merek yang diiklankan
(brand awareness). Tujuan periklanan adalah mengubah atau mampengaruhi
sikap khalayak, dalam hal ini tentunya adalah sikap konsumen. Tujuan periklanan
komersil adalah membujuk khalayak untuk membeli produk A bukan produk B atau
mempromosikan kelanjutan perilaku membeli produk A untuk seterusnya
(diasumsikan konsumen tidak akan membeli sekaligus produk A dan B ). Iklan
dapat juga mempengaruhi seberapa sesuai produk yang diiklankan dapat dirasakan,
kemudian dapat mempengaruhi sikap dan ingatan. Adanya keteringatan seseorang
pada suatu produk akan menyebabkan stabilitas minat membeli, karena setiap
tindakannya akan didasari oleh ingatan yang sudah ada dalam benaknya. Adanya
informasi informasi positif yang baru dan menarik serta layak untuk
diperhatikan akan semakin memperkuat keteringatan atau top of mind .
Iklan akan mempengaruhi kekuatan ekuitas merek dan ekuitas merek yang kuat akan
menyebabkan konsumen menempatkan merek tersebut dalam preferensinya
serta meningkatkan probabilitas penempatan merek dalam benak konsumen.
Berikut ini kita akan membahas satu persatu apa yang telah menjadi
perumusan masalah pada bagian sebelumnya.
2.1 Pengaruh
karakteristik media terhadap keputusan konsumen
Kreatifitas iklan mempunyai pengaruh yang positif
terhadap loyalitas konsumen, hal itu berarti kreativitas iklan berpengaruh
terhadap efektifitas iklan karena loyalitas diukur dari intensitas pembelian
dan sikap terhadap merek. Dimana kreatifitas iklan terdiri dari perhatian,
minat, keinginan, kepercayaan, tindakan. Ada pengaruh signifikan antara
variabel kreatifitas iklan terhadap loyalitas konsumen. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa
kreativitas iklan merupakan elemen penting dalam keputusan konsumen. Keputusan konsumen ini berhubungan
langsung dengan sikap yang ada didalam diri konsumen yang nantinya akan
memberikan sikap terhadap merek/produk.
Sikap adalah suatu
status mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi,
diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan terhadap
perilaku. Sikap memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku, sikap mengevaluasi
suatu kegiatan pemasaran yang akan dilaksanakan, memahami sikap konsumen akan
membantu dalam suatu kegiatan periklanan yang lebih baik. Sikap merek dikatakan
mendapat nilai positif apabila merek tersebut lebih disukai, lebih diingat dan merek tersebut lebih dipilih dibandingkan
merek pesaing.
2.2
Pengaruh
menggunakan endorser (selebriti)
sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat penjualan
Iklan merupakan salah satu alat yang paling umum
dilakukan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada konsumen dan masyarakat luas (suspect) sehingga dapat meningkatkan penjualan. Definisi
periklanan menurut Royan,Frans yaitu periklanan merupakan pesan-pesan penjualan
yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial
atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya.
Sedangkan menurut Kotler periklanan
adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi
dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa. Iklan memiliki
empat fungsi utama yaitu menginformasikan kepada khalayak mengenai seluk beluk
produk (fungsi informative), fungsi mempengaruhi khalayak untuk membeli
( persuading), menyegarkan kembali informasi yang telah diterima
khalayak ( fungsi reminding/mengingatkan), dan fungsi entertainment
yaitu menciptakan suasana yang menyenangkan (menghibur) sewaktu khalayak menerima
dan mencerna informasi. Iklan yang efektif adalah iklan yang memikirkan dan
memahami kebutuhan pelanggan, iklan yang mengkomunikasikan keuntungan-keuntungan
yang spesifik, iklan yang menekankan pada tindakan spesifik yang harus diambil
oleh konsumen. Iklan yang baik memahami bahwa orang orang tidak membeli produk,
tapi membeli keuntungan dari produk tersebut dan lebih dari itu iklan yang efektif
adalah iklan yang mendapat perhatian dan diingat serta membuat orang orang
bertindak untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, untuk dapat mempositioningkan
dengan baik banyak perusahaan menggunakan endorser
(selebriti) sebagai pembawa pesan dalam rangka bertujuan untuk meningkatkan
penjualan produknya. Terlepas dari itu semua akhirnya perusahaan berlomba-lomba
untuk dapat menggaet selebriti yang sedang popular sebagai brand ambassador produknya. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler
& Amstrong (2001), menurutnya daya tarik iklan harus mempunyai tiga
sifat: Pertama iklan harus bermakna (meaningful), menunjukkan
manfaat yang membuat produk lebih diinginkan
atau lebih menarik bagi konsumen. Kedua, pesan iklan harus dapat dipercaya (believable),
konsumen percaya bahwa produk tersebut akan memberikan manfaat seperti yang
dijanjikan dalam pesan iklan.. Ketiga distinctive, bahwa pesan iklan
lebih baik dibanding iklan merek pesaing.
2.3 Pengaruh
kredibilitas endoser terhadap
daya tarik iklan
Efektifitas penggunaan endorser dalam iklan di
Indonesia, sekalipun masih diperdebatkan namun secara umum memuaskan . Hal ini
bisa dilihat dari fenomena banyaknya selebritis yang digunakan oleh perusahaan
sebagai spokerperson mereka. Mengenai efektifitas iklan dalam hubungannya
dengan kredibilitas endorser, Kusyudarsana (2004) menyatakan bahwa
efektifitas pesan (iklan) tergantung pada keahlian dan kejujuran endorser.
Disamping itu sebuah perusahaan yang mengiklankan produknya dengan menggunakan
dukungan endorser mencoba mencocokkan image produk dan image
perusahaan, karakteristik pasar sasaran, dengan kepribadian maupun fisik
seorang endorser. Image endorser selebriti bagi seorang konsumen
dilihat dari kecocokkan dan kemampuan endorser selebriti tersebut untuk
menarik perhatian.
Ketika endorser
mempunyai kredibilitas tinggi dan sedang popular di kalangan masyarakat, tentu hal ini mengindikasikan bahwa konsumen tidak
akan memotong iklan. Konsumen akan memotong pesan ketika kredibilitas endorser
adalah rendah dan tidak menarik. Hal ini ketika XL menggunakan sule sebagai endosernya . Sule dipandang
sangat tepat untuk mengkomunikasikan ide produk yang menggambarkan suatu profil
yang jenaka dan sedang populer. Dengan demikian bila dikaitkan dengan
karakteristik daya tarik berarti sosok sule mampu
memikat hati konsumen dengan kepopulerannya tersebut.
2.4
Apakah konsumen dalam
memilih produk berdasarkan endoser (selebriti) dalam iklan atau berdasarkan harga dan kualitas?
Agar suatu iklan menarik perhatian konsumen maka
diperlukan kreativitas dalam pembuatan suatu iklan, untuk itu diperlukan suatu
strategi yang kreatif. Strategi kreatif adalah terjemahan dari berbagai
informasi mengenai produk, pasar dan konsumen sasaran kedalam suatu posisi
tertentu didalam komunikasi yang kemudian dipakai untuk merumuskan tujuan
iklan, dengan demikian dilihat dari sudut manapun strategi kreatif iklan tidak
lepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan. Iklan yang kreatif adalah
iklan yang dianggap original, asli, tidak meniru, iklan yang mencengangkan,
tidak terduga, tidak disangka sangka, penuh arti dan bisa mempengaruhi emosi.
Iklan kreatif membuat audience memperhatikan iklan tersebut secara
detail dan rinci. Untuk menghasilkan iklan yang baik suatu perusahaan dituntut
untuk menjalankan elemen-elemen dari kreativitas iklan yang dikenal dengan
rumus AIDCA yang terdiri dari perhatian (attention),
minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction),
dan tindakan (action):
-
Perhatian (Attention ), artinya iklan
harus menarik perhatian khalayak sasarannya, baik pembaca, pendengar atau
pemirsa. Beberapa penulis naskah iklan mempergunakan trik-trik khusus untuk
menimbulkan perhatian calon pembeli, seperti (a). menggunakan headline yang
mengarahkan, (b) menggunakan slogan yang mudah diingat. (c) Menonjolkan atau
menebalkan huruf-huruf tentang harga (bila harga merupakan unsur penting dalam
mempengaruhi orang untuk membeli). (d) menonjolkan selling point suatu produk (
e) menggunakan sub sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa paragraf
pendek. (f) menggunakan huruf tebal (bold) untuk menonjolkan kata kata yang
menjual.
-
Interest
(minat), iklan harus bisa
membuat orang yang sudah memperhatikan menjadi berminat dan igin tahu lebih
lanjut. Untuk itu mereka dirangsang agar membaca dan mengikuti pesan-pesan yang
disampaikan. Dengan demikian penggunaan kata-kata atau kalimat pembuka
sebaiknya dapat merangsang orang untuk ingin tahu lebih lanjut.
-
Keinginan
/ Kebutuhan (Desire). Iklan harus berhasil menggerakkan keinginan orang
untuk memiliki atau menikmati produk yang diiklankan. Kebutuhan atau keinginan
mereka untuk memiliki, memakai atau melakukan sesuatu harus dibangkitkan.
-
Rasa
Percaya (Conviction) . Untuk menimbulkan rasa percaya pada calon
pembeli, sebuah iklan dapat ditunjang dengan berbagai kegiatan peragaan seperti
pembuktian, membagi bagikan contoh secara gratis, menyampaikan pandangan
pandangan positif dari tokoh masyarakat terkemuka (testimonial) serta
hasil pengujian oleh pihak ketiga misalnya dari departemen kesehatan,
laboratorium swasta terkenal, atau dari perguruan tinggi.
-
Tindakan
(Action), adalah upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar
sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian atau bagian dari proses itu.
Memilih kata yang tepat agar calon pembeli melakukan respon sesuai dengan yang
diharapkan adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit. Harus digunakan kata
perintah agar calon pembeli bergerak. Penggunaan kata perintah harus
diperkirakan dampak psikologisnya, jangan menyinggung perasaan atau menimbulkan
antipati. Selain kata perintah, penggunaan batas waktu penawaran dan kupon /
formulir yang harus diisi bisa merupakan cara untuk meimbulkan tindakan.
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
3.1 KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat saya simpulkan
bahwa semakin tinggi kredibilitas endorser
maka semakin efektif iklan, dengan demikian kredibilitas endorser memiliki pengaruh positif terhadap efektifitas iklan dan
menarik minat konsumen. Semakin besar tingkat penerimaan kredibilitas endorser akan semakin besar responden (receiver) menerima iklan, menurutnya
kredibilitas endorser merupakan salah
satu faktor yang dipertimbangkan oleh responden untuk mempercayai kebenaran isi
pesan yang disampaikan pengiklan. Kusudyarsana (2004) menyatakan bahwa
efektifitas pesan iklan tergantung pada keahlian dan kejujuran endorsernya.
Apabila endorsernya dapat dipercaya
oleh audience maka pesan akan sangat
mungkin untuk dipercaya, sedangkan bila pesan disampaikan oleh endorser yang meragukan maka pesan akan
diterima secara skeptis atau mungkin akan ditolak.
Pembentukan sikap konsumen terhadap merek dipengaruhi
secara langsung oleh persepsi mengenai endorser
baik yang menggunakan endorser (selebritis)
maupun yang bukan selebritis. Selain itu persepsi mengenai endorser juga mempengaruhi pembentukan sikap konsumen sasaran
terhadap sikap terhadap iklan. Sehingga secara tidak langsung persepsi mengenai
endorser (sourch oriented thought)
mempengaruhi minat beli konsumen (purchase intention) melalui sikap
terhadap merk (brand attitude) dan sikap terhadap iklan (attitude
toward the ad).
3.2 SARAN
Penelitian ini dilakukan dalam usaha untuk mengangkat
fenomena dimana banyak perusahaan menggunakan selebriti (endorser) sebagai pembawa pesan dalam iklannya. Faktor daya tarik
menjadi alasan utama perusahaan dalam menarik pengambilan keputusan dengan
menggunakan selebriti (endorser)
untuk dapat menarik perhatian konsumen. Meskipun demikian ada beberapa hal yang
perlu diperlukan perusahaan dalam menggunakan selebriti (endoser) sebagai pembawa iklan produknya. Yaitu untuk membangun sikap positif konsumen
terhadap produk dapat dilakukan
dengan meningkatan effektivitas iklan. Effektivitas Iklan dapat diciptakan dan ditingkatkan dengan
membuat iklan yang memiliki daya tarik tinggi. Salah satu yang dapat
meningkatkan daya tarik iklan adalah melalui penggunaan endorser yang memiliki kredibilitas tinggi. Penggunaan endorser
yang memiliki kredibilitas tinggi dapat menghasilkan daya tarik iklan yang
tinggi yang akan berdampak langsung terhadap effektivitas iklan.
DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip, Armstrong ,1999. Prinsip-Prinsip
Pemasaran, Edisi kedelapan, Jilid II, PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Kotler,Philip, Gary Amstrong, 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran,Edisi ketiga, Jilid I, PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.
Kotler,Philip,AB Susanto,2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta.
Royan,Frans M, 2004, Marketing Society, PT Elex Media Komputindo
Kelompok Gramedia,
Jakarta.
Kussudyarsana, 2004, Analisis Iklan dari sudut pandang
Sumber Pesan, Benefit,Vol.
8 No. 2 , Desember, UMS Surakarta.
Handoyo,Sapto, 2004, “Pengaruh Kreativitas iklan Terhadap
Loyalitas Konsumen,Telaah Bisnis,
Vol.5 Nomor 2. UPN veteran Yogyakarta.
Komentar
Posting Komentar