Rabu, 09 Januari 2013

ANALISIS PENGGUNAAN SELEBRITI DALAM MEDIA IKLAN TERHADAP UPAYA MENARIK KONSUMEN





ANALISIS PENGGUNAAN SELEBRITI DALAM MEDIA IKLAN TERHADAP UPAYA  MENARIK KONSUMEN

Penulis
Nama                          : DIDI KALNADI
NPM                           : 0916051035
Program Study          : Ilmu Administrasi Bisnis

Mata Kuliah              : Pengantar Pemasaran
Dosen                          : Arief Sugiono, S. Sos, M.si


Jurusan Administrasi Niaga / Bisnis
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Lampung
Bandar Lampung
5 Januari 2011




KATA PENGANTAR
Dengan segala puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah, rahmat dan hidayah Nya kepada penulis untuk menyelesaikan makalah tentang Pemasaran ini, tentunya dengan harapan makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca semua.
Makalah ini membahas Study Kasus tentang fenomena banyaknya perusahaan yang menggunakan selebriti (endesor) sebagai pembawa pesan dalam media iklan. Hal ini semata-mata bertujuan agar produk mereka dapat dikenal luas oleh masyarakat. Tentunya dengan memanfaatkan kredibilitas dan kepopuleran selebriti (endesor) diharapkan dapat dapat manarik dan memikat konsumen sehinnga akan berdampak pada peningkatkan penjualan produk. Melalui makalah ini saya akan mencoba menganalisis dan membahas terkait dengan promosi, iklan dan perilaku konsumen dalam keputusan pembelian produk yang dibeli sehingga nantinya akan menambah wawasan dan  pengetahuan. Makalah ini dikemas  dalam bentuk yang sederhana sehingga lebih mudah dipahami oleh rekan-rekan pembaca.
Terlepas dari semua itu, saya menyadari bahwa dalam makalah  ini masih banyak terdapat  kekurangan, oleh karna itu kritik dan saran dari pembaca semua sangat dibutuhkan dalam rangka untuk memperbaiki makalah ini dan dapat saling berbagi ilmu pengetahuan. Sebagai penutup, saya sampaikan banyak terima kasih kepada kepada semua, semoga Tuhan YME  selalu memberi kita  kemudahan dalam belajar. Amin






DAFTAR ISI
KATA PENAGANTAR.......…………………………….………………  2
DAFTAR ISI…………………………………………………………….    3
BAB I    PENDAHULUAN …………………………………………….   4
1.1       Latar Belakang Masalah………………………………………….    4   
1.2       Perumusan Masalah………………………………………………    6    
1.3       Tujuan Pembuatan Makalah……………………………………..      6
1.4       Metode Pembuatan Makalah…………………………………….     7
1.5       Manfaat Pembuatan Makalah…………………………………….    7
BAB II   ISI DAN PEMBAHASAN…………………………. ……….    9
2.1       Pengaruh karakteristik media terhadap keputusan konsumen……    11 
2.2       Pengaruh  penggunaaan endoser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat penjualan……………………………………….        11
2.3       Pengaruh  menggunakan endoser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat penjualan……………………………………….        12
2.4       Apakah konsumen  dalam memilih produk berdasarkan endoser (selebriti) dalam iklan  atau berdasarkan harga dan kualitas?.......................      13


BAB III  SIMPULAN DAN SARAN………………………………….    16
3.1  SIMPULAN ……………………………………………………….      16
3.2  SARAN …………………………………………………………….     17
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………….    18



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Persaingan bisnis pada era globalisasi saat ini makin dinamis dan kompleks, adanya persaingan ini tidak hanya menimbulkan peluang tetapi juga menimbulkan tantangan. Tantangan yang dihadapi oleh perusahaan yang bersaing diantaranya adalah selalu berusaha mendapatkan cara terbaik untuk merebut dan mempertahankan pangsa pasar (market share). Merebut dan mempertahankan pangsa pasar dalam kondisi persaingan yang kompetitif seperti saat ini perusahaan harus dapat menerapkan strategi pemasaran yang tepat untuk menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen. Selanjutnya perusahaan harus bisa mengkomunikasikan produknya kepada calon konsumen atau pasar sasarannya, karena bagaimanapun bagusnya suatu produk kalau konsumen tidak mengetahui keberadaannya di pasar maka konsumen tidak akan menghargai atau berminat terhadap produk tersebut. Oleh karena itu, diperlukan proses penyampaian informasi melalui komunikasi pemasaran. Ketika konsumen menjatuhkan pilihannya pada suatu merek tertentu untuk menjadikannya bagian dari konsumsi, ada serangkaian proses pemenuhan informasi yang terjadi dan secara terus menerus tetap berlangsung dalam pikiran konsumen. Proses ini dimulai dari kondisi ketidaksadaran (unaware) atau kondisi tidak mengetahui adanya merek tersebut, lalu berlanjut pada kondisi aware atau kondisi mengetahui keberadaan merek tersebut yaitu setelah ia mendapatkan informasi merek tersebut. Pada kondisi ini perusahaan harus berusaha untuk menyampaikan informasi yang jelas dan bisa menarik perhatian agar kemudian calon konsumen bisa berlanjut pada kondisi berikutnya yaitu kondisi minat. Pada taraf tertentu kondisi minat ini ditindak lanjuti dengan proses pencarian informasi lebih lanjut dan upaya mencoba. Bila informasi yang diterima dan hasil mencobanya sesuai dengan yang dibutuhkan maka akan terjadi pengulangan pembelian dan akhirnya terjadi adopsi. Meskipun pemberian informasi dapat dilakukan melaui packaging produk, brosur, peragaan , atau kunjungan tenaga penjual namun iklan masih dianggap cara paling efektif untuk menginformasikan produk. Melalui iklan produsen dapat menyampaikan kelebihan atau kekurangan produk, begitu juga melalui iklan konsumen dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan produk tersebut.. Iklan cenderung dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian terhadap suatu produk ( Handoyo ,2004). Oleh karena itu, banyak perusahaan yang menggunakan iklan sebagai cara komunikasi menyampaikan informasi dan persuasif kepada konsumen.
Menghadapi persaingan yang semakin ketat seperti itu, suatu perusahaan perlu melakukan kegiatan dari salah satu bauran pemasaran yaitu promosi. Dengan menggunakan media iklan  perusahaan berusaha untuk bisa  memahami perilaku konsumen agar perusahaan dapat mampu bersaing dengan perusahaan lainnya. Pemahaman tentang perilaku konsumen itu mempunyai arti penting karena sesungguhnya semua kegiatan perusahaan ditujukan untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Perusahaan tentunya sadar bahwa dalam era globalisasi,  promosi dan iklan  merupakan kunci dan faktor penting untuk mencapai sukses. Dimana promosi dan iklan  memiliki tujuan yaitu  untuk mengenalkan dan  mempengaruhi konsumen untuk membeli barang dan jasa perusahaan pada saat itu yang mereka butuhkan. Karena,  dengan dikenalnya produk perusahaan maka perusahaan akan mudah untuk melakukan tiga aspek bauran pemasaran yang lainnya (produk, distribusi dan harga).
Harapan konsumen atau pembeli biasanya dibentuk oleh pengalaman pembelian terdahulu, komentar teman serta janji atau informasi pemasaran dan saingannya. Untuk memenuhi kebutuhan dan memberikan kepuasan tersebut, banyak perusahaan melakukan  promosi melalui periklanan yang menawarkan janji dan kemudahan terhadap konsumen bahkan tidak segan-segan perusahaan saling menjatuhkan produk perusahaan lain agar dapat menarik konsumen.
Melihat pentingnya peranan iklan terhadap penjualan dan berhubungan dengan sikap konsumen dalam mengambil keputusan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginannya agar dapat terpuaskan, maka penulis tertarik untuk membuat makalah dengan judul:  “ANALISIS PENGGUNAAN SELEBRITI DALAM MEDIA IKLAN DALAM UPAYA MENARIK KONSUMEN”


1.2 PERUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

  1. Apakah kreatifitas  media iklan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk.

  1. Menganalisis  tingkat penjualan produk di pasaran jika media iklan menggunakan endorser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan.

  1. Apakah kredibilitas endorser  berpengaruh terhadap daya tarik iklan dan sikap konsumen pada merek.

  1. Apakah konsumen  dalam memilih produk berdasarkan endorser (selebriti) dalam iklan  atau berdasarkan harga dan kualitas?

1.3 TUJUAN PEMBUATAN MAKALAH
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah, sebagai berikut:
  1. Untuk mengetahui apakah karakteristik media iklan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen dalam memilih produk.
  2. Untuk mengetahui  tingkat penjualan produk di pasaran jika media iklan menggunakan endorser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan.
  3. Untuk mengetagui apakah kredibilitas endorser  berpengaruh terhadap daya tarik iklan dan sikap konsumen pada merek.

  1. Untuk mengetahui apakah konsumen  dalam memilih produk berdasarkan endorser (selebriti) dalam iklan  atau berdasarkan harga dan kualitas?


1.4 METODE PEMBUATAN MAKALAH
Dalam membuat makalah ini penulis  mempergunakan data skunder dalam penelitian yaitu  berupa data yang telah tersedia dan diterbitkan oleh perusahaan, lembaga pemerintah, lembaga penelitian, buku-refrensi, laporan, jurnal- jurnal, majalah, penelitian terdahulu, dan lain lain yang dijadikan landasan dalam menganlisa penelitian..


1.5 MANFAAT PEMBUATAN MAKALAH
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan beberapa  manfaat sebagai berikut :

  1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai sarana untuk berpikir ilmiah yang di dapat digunakan  terhadap masalah-masalah pengembangan proses periklanan.

  1. Sebagai salah satu informasi untuk mengembangkan cara pandang sesuai dengan keperluan masing-masing pihak.

  1. Untuk menambah wawasan dan sebagai referensi yang berguna misalnya, untuk penelitian  yang sejenis.

  1. Untuk menambah khasanah ilmu bagi penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan masalah ini.

  1. Sebagai masukan bagi konsumen dalam pengembangan wawasan serta mengambil keputusan dalam hubungannya menentukan pilihan terbaik.












































BAB II
ISI DAN PEMBAHASAN

Iklan telah menjadi harapan bagi sebagian besar produsen yang ingin merek produknya melekat di hati konsumen. Iklan merupakan cara yang efektif untuk meraih konsumen dalam jumlah besar dan tersebar secara geografis. Disatu pihak iklan dapat dipakai untuk membangun kesan jangka panjang suatu produk/merek dan di pihak lain memicu penjualan yang cepat. Suatu iklan yang cenderung tidak mempunyai pengaruh utama pada perilaku konsumen maka akan diragukan bila iklan tersebut dapat mempengaruhi konsumen untuk membeli suatu merek. Oleh karena itu, agar merek produk dapat diterima oleh masyarakat maka iklannya harus dibuat seefektif mungkin., kreatif, dan menarik sehingga bisa menimbulkan pengaruh positif . Untuk membuat iklan yang kreatif dan menarik dibutuhkan para pekerja yang profesional yang memiliki kreatifitas dalam memproses iklan, mulai dari perencanaan pesan, perencanaan media hingga bagaimana menyampaikan (expose) pesannya. Seperti kita ketahui pada agen pembuat iklan (perusahaan periklanan) terdapat bagian khusus yang merancang kreatifitas, mereka ini adalah yang disebut copywritter, scripwritter atau screenwritter dan pengarah seni yang disebut art director atau visualizer. Mereka yakin iklan yang kreatif akan menjadikan iklan tersebut efektif karena dengan tampilan yang kreatif maka pesan iklan akan dapat mempengaruhi audien. Kreatifitas iklan dapat dikatakan merupakan komponen yang sangat penting dari iklan, dan beberapa penelitian sebelumnya pernah mengupas hubungan antara iklan yang kreatif dan efektifitas iklan. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa iklan yang kreatif berpengaruh secara positif terhadap efektifitas iklan dan sikap konsumen terhadap merek. Faktor lain yang mempengaruhi efektifitas iklan adalah penggunaan endorser (selebriti) sebagai penyampai pesan iklan.
Endorser dapat digunakan oleh pemasar dalam tiga katagori yaitu: kredibilitas, daya tarik, dan power. Kredibilitas endorser berpengaruh terhadap proses decoding (penyampai) suatu pesan. Apabila endorser dapat dipercaya oleh audien maka pesan sangat mungkin untuk dipercaya. Endorser yang kredibel akan dapat meningkatkan penerimaan pesan, sebaliknya endorser yang tidak kredibel akan menurunkan tingkat penerimaan pesan. Pembentukan sikap terhadap merek dipengaruhi secara langsung oleh persepsi mengenai endorser baik yang menggunakan endoser selebritis maupun yang bukan selebritis.  Selain itu persepsi mengenai endorser juga mempengaruhi pembentukan sikap konsumen sasaran terhadap sikap mereka pada iklan. Sehingga secara tidak langsung persepsi mengenai endorser mempengaruhi minat beli (purchase intention) konsumen melalui sikap terhadap merek (brand attitude) dan sikap terhadap iklan (attitude toward the ad). Diantara kreatifitas dan kredibilitas endorser iklan, hal yang bisa mempengaruhi keberhasilan pesan iklan adalah daya tarik iklan, seperti yang disampaikan oleh Kotler & Amstrong (2001) yang menyatakan bahwa komunikator dalam menyusun pesan iklan harus memikirkan apa yang akan di katakan, harus menemukan daya tarik yang akan menghasilkan tanggapan yang diinginkan. Kepedulian terhadap merek sebagai dampak beriklan adalah menunjukkan tingkat keberhasilan / efektivitas suatu iklan karena salah satu indikator efektivitas iklan adalah bila iklan mampu membuat konsumen mengetahui merek yang diiklankan (brand awareness). Tujuan periklanan adalah mengubah atau mampengaruhi sikap khalayak, dalam hal ini tentunya adalah sikap konsumen. Tujuan periklanan komersil adalah membujuk khalayak untuk membeli produk A bukan produk B atau mempromosikan kelanjutan perilaku membeli produk A untuk seterusnya (diasumsikan konsumen tidak akan membeli sekaligus produk A dan B ). Iklan dapat juga mempengaruhi seberapa sesuai produk yang diiklankan dapat dirasakan, kemudian dapat mempengaruhi sikap dan ingatan. Adanya keteringatan seseorang pada suatu produk akan menyebabkan stabilitas minat membeli, karena setiap tindakannya akan didasari oleh ingatan yang sudah ada dalam benaknya. Adanya informasi informasi positif yang baru dan menarik serta layak untuk diperhatikan akan semakin memperkuat keteringatan atau top of mind . Iklan akan mempengaruhi kekuatan ekuitas merek dan ekuitas merek yang kuat akan menyebabkan konsumen menempatkan merek tersebut dalam preferensinya serta meningkatkan probabilitas penempatan merek dalam benak konsumen.
Berikut ini kita akan membahas satu persatu apa yang telah menjadi perumusan masalah pada bagian sebelumnya.

2.1  Pengaruh karakteristik media terhadap keputusan konsumen
Kreatifitas iklan mempunyai pengaruh yang positif terhadap loyalitas konsumen, hal itu berarti kreativitas iklan berpengaruh terhadap efektifitas iklan karena loyalitas diukur dari intensitas pembelian dan sikap terhadap merek. Dimana kreatifitas iklan terdiri dari perhatian, minat, keinginan, kepercayaan, tindakan. Ada pengaruh signifikan antara variabel kreatifitas iklan terhadap loyalitas konsumen. Dan  hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas iklan merupakan elemen penting dalam keputusan  konsumen. Keputusan konsumen ini berhubungan langsung dengan sikap yang ada didalam diri konsumen yang nantinya akan memberikan sikap terhadap merek/produk.
Sikap  adalah suatu status mental dan syaraf sehubungan dengan kesiapan untuk menanggapi, diorganisasi melalui pengalaman dan memiliki pengaruh yang mengarahkan terhadap perilaku. Sikap memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku, sikap mengevaluasi suatu kegiatan pemasaran yang akan dilaksanakan, memahami sikap konsumen akan membantu dalam suatu kegiatan periklanan yang lebih baik. Sikap merek dikatakan mendapat nilai positif apabila merek tersebut lebih disukai, lebih diingat  dan merek tersebut lebih dipilih dibandingkan merek pesaing.

2.2  Pengaruh  menggunakan endorser (selebriti) sebagai pembawa pesan iklan terhadap tingkat penjualan

Iklan merupakan salah satu alat yang paling umum dilakukan perusahaan untuk mengarahkan komunikasi persuasif pada konsumen  dan masyarakat luas (suspect) sehingga dapat meningkatkan penjualan. Definisi periklanan menurut Royan,Frans yaitu periklanan merupakan pesan-pesan penjualan yang paling persuasif yang diarahkan kepada calon pembeli yang paling potensial atas produk barang atau jasa tertentu dengan biaya yang semurah-murahnya. Sedangkan menurut  Kotler periklanan adalah segala biaya yang harus dikeluarkan sponsor untuk melakukan presentasi dan promosi nonpribadi dalam bentuk gagasan, barang, atau jasa. Iklan memiliki empat fungsi utama yaitu menginformasikan kepada khalayak mengenai seluk beluk produk (fungsi informative), fungsi mempengaruhi khalayak untuk membeli ( persuading), menyegarkan kembali informasi yang telah diterima khalayak ( fungsi reminding/mengingatkan), dan fungsi entertainment yaitu menciptakan suasana yang menyenangkan (menghibur) sewaktu khalayak menerima dan mencerna informasi. Iklan yang efektif adalah iklan yang memikirkan dan memahami kebutuhan pelanggan, iklan yang mengkomunikasikan keuntungan-keuntungan yang spesifik, iklan yang menekankan pada tindakan spesifik yang harus diambil oleh konsumen. Iklan yang baik memahami bahwa orang orang tidak membeli produk, tapi membeli keuntungan dari produk tersebut dan lebih dari itu iklan yang efektif adalah iklan yang mendapat perhatian dan diingat serta membuat orang orang bertindak untuk melakukan pembelian. Oleh karena itu, untuk dapat mempositioningkan dengan baik banyak perusahaan menggunakan endorser (selebriti) sebagai pembawa pesan dalam rangka bertujuan untuk meningkatkan penjualan produknya. Terlepas dari itu semua akhirnya perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menggaet selebriti yang sedang popular sebagai brand ambassador produknya. Seperti yang dikemukakan oleh Kotler & Amstrong (2001), menurutnya daya tarik iklan harus mempunyai tiga sifat: Pertama iklan harus bermakna (meaningful), menunjukkan manfaat  yang membuat produk lebih diinginkan atau lebih menarik bagi konsumen. Kedua, pesan iklan harus dapat dipercaya (believable), konsumen percaya bahwa produk tersebut akan memberikan manfaat seperti yang dijanjikan dalam pesan iklan.. Ketiga distinctive, bahwa pesan iklan lebih baik dibanding iklan merek pesaing.

2.3  Pengaruh kredibilitas endoser  terhadap daya tarik iklan

Efektifitas penggunaan endorser dalam iklan di Indonesia, sekalipun masih diperdebatkan namun secara umum memuaskan . Hal ini bisa dilihat dari fenomena banyaknya selebritis yang digunakan oleh perusahaan sebagai spokerperson mereka. Mengenai efektifitas iklan dalam hubungannya dengan kredibilitas endorser, Kusyudarsana (2004) menyatakan bahwa efektifitas pesan (iklan) tergantung pada keahlian dan kejujuran endorser. Disamping itu sebuah perusahaan yang mengiklankan produknya dengan menggunakan dukungan endorser mencoba mencocokkan image produk dan image perusahaan, karakteristik pasar sasaran, dengan kepribadian maupun fisik seorang endorser. Image endorser selebriti bagi seorang konsumen dilihat dari kecocokkan dan kemampuan endorser selebriti tersebut untuk menarik perhatian.
Ketika endorser mempunyai kredibilitas tinggi dan sedang popular di kalangan masyarakat, tentu  hal ini mengindikasikan bahwa konsumen tidak akan memotong iklan. Konsumen akan memotong pesan ketika kredibilitas endorser adalah rendah dan tidak menarik. Hal ini ketika XL  menggunakan sule sebagai endosernya . Sule  dipandang sangat tepat untuk mengkomunikasikan ide produk yang menggambarkan suatu profil yang jenaka dan sedang populer. Dengan demikian bila dikaitkan dengan karakteristik daya tarik berarti sosok sule   mampu memikat hati konsumen dengan kepopulerannya tersebut.


2.4  Apakah konsumen  dalam memilih produk berdasarkan endoser (selebriti) dalam iklan  atau berdasarkan harga dan kualitas?
Agar suatu iklan menarik perhatian konsumen maka diperlukan kreativitas dalam pembuatan suatu iklan, untuk itu diperlukan suatu strategi yang kreatif. Strategi kreatif adalah terjemahan dari berbagai informasi mengenai produk, pasar dan konsumen sasaran kedalam suatu posisi tertentu didalam komunikasi yang kemudian dipakai untuk merumuskan tujuan iklan, dengan demikian dilihat dari sudut manapun strategi kreatif iklan tidak lepas dari strategi pemasaran secara keseluruhan. Iklan yang kreatif adalah iklan yang dianggap original, asli, tidak meniru, iklan yang mencengangkan, tidak terduga, tidak disangka sangka, penuh arti dan bisa mempengaruhi emosi. Iklan kreatif membuat audience memperhatikan iklan tersebut secara detail dan rinci. Untuk menghasilkan iklan yang baik suatu perusahaan dituntut untuk menjalankan elemen-elemen dari kreativitas iklan yang dikenal dengan rumus AIDCA  yang terdiri dari perhatian (attention), minat (interest), keinginan (desire), rasa percaya (conviction), dan tindakan (action):
-           Perhatian (Attention ), artinya iklan harus menarik perhatian khalayak sasarannya, baik pembaca, pendengar atau pemirsa. Beberapa penulis naskah iklan mempergunakan trik-trik khusus untuk menimbulkan perhatian calon pembeli, seperti (a). menggunakan headline yang mengarahkan, (b) menggunakan slogan yang mudah diingat. (c) Menonjolkan atau menebalkan huruf-huruf tentang harga (bila harga merupakan unsur penting dalam mempengaruhi orang untuk membeli). (d) menonjolkan selling point suatu produk ( e) menggunakan sub sub judul untuk membagi naskah dalam beberapa paragraf pendek. (f) menggunakan huruf tebal (bold) untuk menonjolkan kata kata yang menjual.
-          Interest (minat), iklan harus bisa membuat orang yang sudah memperhatikan menjadi berminat dan igin tahu lebih lanjut. Untuk itu mereka dirangsang agar membaca dan mengikuti pesan-pesan yang disampaikan. Dengan demikian penggunaan kata-kata atau kalimat pembuka sebaiknya dapat merangsang orang untuk ingin tahu lebih lanjut.
-          Keinginan / Kebutuhan (Desire). Iklan harus berhasil menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk yang diiklankan. Kebutuhan atau keinginan mereka untuk memiliki, memakai atau melakukan sesuatu harus dibangkitkan.
-          Rasa Percaya (Conviction) . Untuk menimbulkan rasa percaya pada calon pembeli, sebuah iklan dapat ditunjang dengan berbagai kegiatan peragaan seperti pembuktian, membagi bagikan contoh secara gratis, menyampaikan pandangan pandangan positif dari tokoh masyarakat terkemuka (testimonial) serta hasil pengujian oleh pihak ketiga misalnya dari departemen kesehatan, laboratorium swasta terkenal, atau dari perguruan tinggi.
-          Tindakan (Action), adalah upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian atau bagian dari proses itu. Memilih kata yang tepat agar calon pembeli melakukan respon sesuai dengan yang diharapkan adalah suatu pekerjaan yang sangat sulit. Harus digunakan kata perintah agar calon pembeli bergerak. Penggunaan kata perintah harus diperkirakan dampak psikologisnya, jangan menyinggung perasaan atau menimbulkan antipati. Selain kata perintah, penggunaan batas waktu penawaran dan kupon / formulir yang harus diisi bisa merupakan cara untuk meimbulkan tindakan.















































BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN


3.1 KESIMPULAN

Dari pembahasan diatas dapat saya simpulkan bahwa semakin tinggi kredibilitas endorser maka semakin efektif iklan, dengan demikian kredibilitas endorser memiliki pengaruh positif terhadap efektifitas iklan dan menarik minat konsumen. Semakin besar tingkat penerimaan kredibilitas endorser akan semakin besar responden (receiver) menerima iklan, menurutnya kredibilitas endorser merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh responden untuk mempercayai kebenaran isi pesan yang disampaikan pengiklan. Kusudyarsana (2004) menyatakan bahwa efektifitas pesan iklan tergantung pada keahlian dan kejujuran endorsernya. Apabila endorsernya dapat dipercaya oleh audience maka pesan akan sangat mungkin untuk dipercaya, sedangkan bila pesan disampaikan oleh endorser yang meragukan maka pesan akan diterima secara skeptis atau mungkin akan ditolak.
Pembentukan sikap konsumen terhadap merek dipengaruhi secara langsung oleh persepsi mengenai endorser baik yang menggunakan endorser (selebritis) maupun yang bukan selebritis. Selain itu persepsi mengenai endorser juga mempengaruhi pembentukan sikap konsumen sasaran terhadap sikap terhadap iklan. Sehingga secara tidak langsung persepsi mengenai endorser (sourch oriented thought) mempengaruhi minat beli konsumen (purchase intention) melalui sikap terhadap merk (brand attitude) dan sikap terhadap iklan (attitude toward the ad).












3.2 SARAN

Penelitian ini dilakukan dalam usaha untuk mengangkat fenomena dimana banyak perusahaan menggunakan selebriti (endorser) sebagai pembawa pesan dalam iklannya. Faktor daya tarik menjadi alasan utama perusahaan dalam menarik pengambilan keputusan dengan menggunakan selebriti (endorser) untuk dapat menarik perhatian konsumen. Meskipun demikian ada beberapa hal yang perlu diperlukan perusahaan dalam menggunakan selebriti (endoser) sebagai pembawa iklan produknya. Yaitu  untuk membangun sikap positif konsumen terhadap produk  dapat dilakukan dengan meningkatan effektivitas iklan. Effektivitas Iklan  dapat diciptakan dan ditingkatkan dengan membuat iklan yang memiliki daya tarik tinggi. Salah satu yang dapat meningkatkan daya tarik iklan adalah melalui penggunaan endorser yang memiliki kredibilitas tinggi. Penggunaan endorser yang memiliki kredibilitas tinggi dapat menghasilkan daya tarik iklan yang tinggi yang akan berdampak langsung terhadap effektivitas iklan.


















DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Philip, Armstrong ,1999. Prinsip-Prinsip Pemasaran, Edisi kedelapan, Jilid II, PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.

Kotler,Philip, Gary Amstrong, 2001. Prinsip-prinsip Pemasaran,Edisi ketiga, Jilid I, PT Gelora Aksara Pratama, Jakarta.

Kotler,Philip,AB Susanto,2001, Manajemen Pemasaran di Indonesia, Salemba Empat, Jakarta.

Royan,Frans M, 2004, Marketing Society, PT Elex Media Komputindo
Kelompok  Gramedia, Jakarta.

Kussudyarsana, 2004, Analisis Iklan dari sudut pandang Sumber Pesan, Benefit,Vol. 8 No. 2 , Desember, UMS Surakarta.

Handoyo,Sapto, 2004, “Pengaruh Kreativitas iklan Terhadap Loyalitas Konsumen,Telaah Bisnis, Vol.5 Nomor 2. UPN veteran Yogyakarta.





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar